Suhardi Duka juga mengungkapkan keyakinannya bahwa jika bangsa ini terus istiqomah memegang Al-qur’an, maka Sulawesi Barat akan mampu mengurangi kemiskinan, menurunkan angka stunting, memperbaiki pendidikan, dan meningkatkan derajat kesehatan. Semua itu, katanya, akan terwujud dengan kebersamaan antara ulama dan umara yang saling mengingatkan dan mendukung satu sama lain.
“Yang kuat membantu yang lemah, yang lemah mendoakan yang kuat,” lanjut Gubernur, menekankan pentingnya stabilitas kehidupan yang harmonis dan saling menjaga silaturahmi antar sesama.
Peringatan Malam Nuzulul Qur’an ini menjadi momen untuk memperkuat tekad bersama dalam membangun Sulawesi Barat yang lebih maju, sejahtera, dan penuh dengan toleransi antar umat beragama. (*/wu)












