HEADLINE

FFPI, Komkar dan Maper Gelar Aksi di Hari Pahlawan, Tolak Pemberian Gelar Pahlawan bagi Pelanggar HAM

×

FFPI, Komkar dan Maper Gelar Aksi di Hari Pahlawan, Tolak Pemberian Gelar Pahlawan bagi Pelanggar HAM

Sebarkan artikel ini

Mamuju – Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FFPI), Komunitas Mahasiswa untuk Kedaulatan Rakyat (Komkar), dan Mahasiswa Peduli Ekonomi Kerakyatan (Maper) menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Maleo, Jalan Yos Sudarso, Mamuju, Senin (10/11/2025).

Aksi tersebut bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan Nasional, yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian berseragam dan berpakaian sipil.

BACA JUGA:  Dari Kritik ke Penjara: Ancaman KUHP–KUHAP Baru bagi Demokrasi

Koordinator lapangan, Irfan Saputra, yang akrab disapa Bung VOC, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk refleksi dan kritik terhadap kondisi kepemimpinan nasional saat ini.

“FFPI Mamuju, Komkar, dan Maper memperingati Hari Pahlawan 2025 dengan tema ‘Kepemimpinan Tangan Besi dan Penjahat HAM Tak Pantas Jadi Pahlawan’,” ujar Irfan.

Sementara itu, orator aksi Reski menyuarakan penolakan terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Soeharto. Menurutnya, Soeharto tidak layak menerima gelar tersebut karena terlibat dalam berbagai pelanggaran HAM, serta praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme selama masa pemerintahannya.

“Memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto adalah bentuk pengkhianatan terhadap semangat Reformasi dan UUD 1945. Hal ini juga akan membingungkan rakyat dan mencederai perjuangan mereka yang telah berkorban demi kebenaran dan keadilan,” tegas Reski.

Ia juga menyerukan agar pemerintah meninjau kembali usulan tersebut dan memprioritaskan keadilan bagi korban pelanggaran HAM serta kejahatan politik Orde Baru.

BACA JUGA:  Dari Kritik ke Penjara: Ancaman KUHP–KUHAP Baru bagi Demokrasi