Mamuju, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat sistem pelayanan kesehatan melalui optimalisasi penempatan dokter internship yang didukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, Nursyamsi Rahim, dalam kegiatan Evaluasi dan Pemulangan Peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) dan Program Internsip Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) yang dilaksanakan secara daring, Jumat, 6/2/2026.
Menurut Nursyamsi Rahim, program internsip memiliki peran strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya di daerah yang masih mengalami keterbatasan tenaga dokter. Selain membentuk dokter yang profesional dan mandiri, program ini juga berkontribusi nyata terhadap pemerataan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Penempatan dokter internship merupakan bagian dari strategi penguatan layanan kesehatan di daerah. Hal ini sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan,” ujar Nursyamsi Rahim.
Ia menjelaskan, Program Internsip Dokter Indonesia dan Dokter Gigi Indonesia yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2022 merupakan tahapan penting bagi lulusan kedokteran untuk memperoleh sertifikat kompetensi. Melalui penugasan di wahana pelayanan kesehatan, peserta internsip memperoleh pengalaman praktik lapangan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan layanan medis masyarakat.
Sejak 2015, Sulawesi Barat telah menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia, dengan wahana pelayanan di Kabupaten Mamuju, Polewali Mandar, Majene, dan Pasangkayu. Sementara itu, Program Internsip Dokter Gigi Indonesia mulai dilaksanakan di Sulawesi Barat sejak 2023, dengan lokasi di Kabupaten Polewali Mandar dan Pasangkayu.
Kehadiran dokter internsip di berbagai wilayah tersebut dinilai memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi keterbatasan tenaga medis, terutama di daerah dengan akses pelayanan kesehatan yang masih terbatas.
Pada kesempatan tersebut, Nursyamsi Rahim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta internsip, pendamping, serta wahana pelayanan kesehatan yang telah berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan program. Ia berharap para dokter yang telah menyelesaikan masa internsip dapat terus mengabdikan kompetensi dan pengalaman yang diperoleh demi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. (*/wu)


