Menurutnya, edukasi mengenai berbagai modus penipuan digital, seperti phishing, perlu disampaikan secara masif dan berulang agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, pendekatan komunikasi juga harus disesuaikan dengan karakteristik pengguna media digital yang beragam.
Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menempatkan peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai salah satu prioritas utama. Penguatan literasi digital dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan publik yang aman, transparan, dan responsif di era digital.
Dengan strategi komunikasi yang lebih aktif dan adaptif, KominfoSS Sulbar optimistis masyarakat akan semakin cerdas dalam memilah informasi serta terhindar dari berbagai bentuk kejahatan digital. (*/wu)












