Mamuju – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Energi melakukan rasionalisasi target Energi Baru Terbarukan (EBT) tahun 2026 yang tercantum dalam Rencana Strategis Dinas ESDM. Langkah ini dilakukan menyusul tingginya target porsi EBT sebesar 47,68 persen serta keterbatasan anggaran yang tersedia.
Hal tersebut dibahas dalam rapat tindak lanjut hasil penyusunan Perjanjian Kinerja Dinas ESDM Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Senin, 26/1/2026, bertempat di Ruang Rapat Kantor Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat.
Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Sulbar, Andi Rahmat, menjelaskan bahwa fokus utama Bidang Energi tetap diarahkan pada peningkatan porsi EBT dalam bauran energi daerah serta pemanfaatan pembangkit EBT untuk kebutuhan rumah tangga.
“Fokus utama kinerja bidang kami adalah meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi daerah sekaligus mendorong pemanfaatan pembangkit EBT untuk rumah tangga,” ujar Andi Rahmat.
Ia menyampaikan bahwa target porsi EBT sebesar 47,68 persen tersebut mengacu pada Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Sulawesi Barat. Namun, dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran, diperlukan penyesuaian agar program dapat berjalan secara realistis, efektif, dan berkelanjutan.
“Oleh karena itu, perlu dilakukan rasionalisasi target dengan tetap menjaga esensi percepatan transisi energi bersih di Sulawesi Barat,” tegasnya.
Menurut Andi Rahmat, penyesuaian target dilakukan sesuai arahan Kepala Dinas ESDM Sulbar, Buajeramy Hassan, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal serta kondisi riil di lapangan, tanpa mengurangi komitmen terhadap pembangunan energi berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan porsi EBT, saat ini tengah berlangsung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 150 kW di Desa Sandapang. Proyek tersebut merupakan bantuan dari Kementerian ESDM dan diharapkan dapat segera beroperasi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat setempat.
Dinas ESDM Sulbar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan energi ramah lingkungan, memperluas akses energi yang berkeadilan, serta meningkatkan daya saing daerah melalui pemanfaatan potensi energi lokal secara optimal, sejalan dengan visi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga. (*/wu)












