Mamuju – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong pemerataan dan pemenuhan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan dasar. Berdasarkan hasil evaluasi triwulan III tahun 2025, tercatat 69 dari 98 Puskesmas (70,41 persen) di Sulawesi Barat telah memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar nasional.
Sembilan jenis tenaga kesehatan dimaksud meliputi dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga promosi kesehatan, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, tenaga farmasi, dan analis laboratorium medik (ATLM).
Data ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Kefarmasian, dan SDM Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat Darmawiyah, dalam kegiatan Evaluasi Program Prioritas yang digelar di Cafe Paulle, Mamuju, Selasa (28/10/2025).
Menurut Darmawiyah, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibanding periode sebelumnya, namun masih memerlukan percepatan untuk mencapai target provinsi sebesar 74 persen pada akhir tahun.
“Puskesmas dengan SDM lengkap akan lebih optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Karena itu, Dinas Kesehatan terus melakukan advokasi dan pendampingan ke kabupaten untuk mempercepat pemenuhan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan formasi tenaga kesehatan, distribusi yang belum merata antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta keterbatasan anggaran daerah untuk pengangkatan tenaga kontrak strategis.












