Untuk itu, Pemprov Sulbar mulai mengoptimalkan media sosial, yang kini menjadi kanal penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan menyampaikan aspirasi. Pemantauan isu dilakukan melalui empat platform utama: Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok. Selain itu, Pemprov juga akan memperkuat konten digital berupa infografis dan video pendek.
“Ke depan, kerja sama dengan konten kreator dan influencer lokal akan terus diperluas untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Muhammad Ridwan Djafar menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan anggaran yang memengaruhi nilai kerja sama dengan media, namun ia berharap sinergi ini dapat terus diperkuat untuk mewujudkan Sulawesi Barat yang lebih maju dan sejahtera. (*/wu)












