Muhammad menekankan pentingnya pengelolaan aset yang tertib dan teradministrasi dengan baik sebagai fondasi dalam menciptakan pemerintahan yang profesional dan akuntabel. “Penginputan aset BOS ke dalam SIPD E-BMD bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari komitmen kami untuk memastikan setiap rupiah belanja pendidikan tercermin dalam pencatatan aset yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa optimalisasi pengelolaan BMD melalui sistem digital dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan daerah dan mendukung upaya mempertahankan opini terbaik atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Melalui kegiatan ini, BPKAD Sulbar berharap dapat terus mendorong tertib administrasi aset, meningkatkan kapasitas perangkat daerah, serta memastikan pengelolaan BMD berjalan dengan efektif, efisien, dan akuntabel untuk mendukung pembangunan Sulawesi Barat yang maju dan berdaya saing. (*/wu)












