Mamuju – Program penguatan produksi pertanian yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kembali membuahkan hasil. Kelompok Tani Sirannuang II, Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, melaksanakan Panen Raya Bawang Merah, Selasa (4/2/2026), sebagai hasil penyaluran bantuan benih bawang merah dan pupuk organik tahun 2025.
Dengan luas panen mencapai 1,5 hektare, produksi bawang merah diperkirakan mencapai sekitar 15 ton. Hasil panen tersebut langsung diserap pedagang lokal dan dipasarkan ke sejumlah pasar di Sulawesi Barat, sehingga berkontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan bawang merah di daerah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini berdampak langsung pada penguatan pasokan lokal dan pengurangan ketergantungan bawang merah dari luar daerah.
“Produksi bawang merah petani kita langsung diserap pedagang lokal. Ini sangat membantu mengurangi pasokan dari luar Sulawesi Barat dan memperkuat perputaran ekonomi di daerah,” ujar Hamdani.
Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan dampak nyata dari kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang mendorong peningkatan produksi lokal dan keberpihakan kepada petani.
“Jika produksi lokal terus ditingkatkan, maka swasembada pangan bukan hanya wacana. Perputaran ekonomi terjadi di daerah dan manfaatnya langsung dirasakan petani,” tambahnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Dinas TPHP Sulbar, Agus Rauf, menilai sektor pertanian menjadi motor penggerak utama ekonomi rakyat. Menurutnya, panen bawang merah ini juga mendukung agenda nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), melalui penguatan rantai pasok pangan berbasis produksi lokal.
“Ketersediaan komoditas hortikultura seperti bawang merah sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan peran petani lokal dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat,” jelas Agus.
Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas TPHP Sulbar, Masnawi, menyebut bawang merah sebagai komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi. Keberhasilan panen ini, menurutnya, tidak terlepas dari pendampingan teknis, penggunaan benih bermutu, serta pemanfaatan pupuk organik yang tepat.
“Produksi optimal dari lahan 1,5 hektare ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi petani lain untuk mengembangkan komoditas hortikultura secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Sirannuang II, Sabar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, khususnya kepada Gubernur Suhardi Duka, atas bantuan yang telah diberikan kepada petani.
“Bantuan benih bawang merah ini sangat membantu kami. Hasilnya nyata, pendapatan meningkat, dan kami semakin yakin bertani bawang merah,” ungkapnya.
Panen raya bawang merah di Desa Beru-Beru menjadi bukti bahwa program pertanian yang dirancang secara tepat dan berpihak kepada petani mampu mendorong kesejahteraan masyarakat serta menggerakkan ekonomi dari tingkat desa. (/wu)












