Salah satu isu mendesak adalah proyeksi kebutuhan air baku yang diperkirakan melonjak drastis hingga pada tahun 2035, jauh melampaui ketersediaan saat ini yang hanya .
Selain itu, rapat ini menyoroti beberapa isu strategis lain, termasuk, Alih fungsi lahan menjadi permukiman. Menurunnya luasan pertanian produktif. Dominasi wilayah kritis. Dampak perubahan sistem kelola air akibat bencana Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi 2018 di Palu.
Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, menegaskan bahwa keikutsertaan Sulbar dalam forum ini adalah komitmen Pemda untuk memperkuat integrasi perencanaan pembangunan wilayah yang berbasis SDA.
“Ini sejalan dengan misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam membangun infrastruktur, meningkatkan konektivitas, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup,” tegas Junda.
Revisi pola pengelolaan SDA WS Palu – Lariang ini juga merujuk pada amanat Peraturan Presiden No. 33 Tahun 2021, yang menempatkan WS Palu – Lariang sebagai salah satu DAS prioritas nasional. (*/wu)












